Rabies Di Bumi Pertiwi

Kata rabies berasal dari bahasa Sanskerta kuno rabhas yang artinya melakukan kekerasan/kejahatan. Dalam bahasa Yunani, rabies disebut Lyssa atau Lytaa yang artinya kegilaan. Dalam bahasa Jerman, rabies disebut tollwut yang berasal dari bahasa Indojerman Dhvar yang artinya merusak dan wut yang artinya marah. Dalam bahasa Prancis, rabies disebut rage berasal dari kata benda robere yang artinya menjadi gila.

Konservasi Anjing

Banyak dari kita tidak memperdulikan keseimbangan ekosistem anjing,dari tahun ketahun populasi anjing menurun dan meningkat. Akan tetapi anjing liar yang kita ketahui berbeda dengan anjing jenis lainnya,Sekarang hanya ada sekitar 5.000 hingga 6.000 ekor anjing liar yang hidup di alam liar.

Kisah Cerita

Belajar konservasi anjing dengan menemukan inti sari melalui sebuah cerita dan selalu meningkatkan pemahaman sekaligus kecintaan terhadap anjing.

Dari Mata Ke Mata

Mata sebagai indra pelihat semua yang terekspos di muka bumi ini, baik dan buruk kita lihat,belajar dari dari tindakan dan reaksi kita terhadap anjing tersebut.

Tampilkan postingan dengan label Video. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Video. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Juli 2017

"Jhon Lemon" Sang Aktivis Konservasi Anjing Liar

ABC Radio Australia
Satu abad yang lalu ada 500.000 anjing liar Afrika atau African Panted dog di 39 negara di seluruh Afrika.
Sekarang hanya ada sekitar 5.000 hingga 6.000 ekor anjing liar yang hidup di alam liar.
Petugas Kebun Binatang Perth, John Lemon telah mengabdikan hidupnya untuk menyelamatkan anjing liar ini.
"Ketika saya di sini bukan di kebun binatang, saya berada di Afrika, itulah hidup saya," pendiri Painted Dog Conservation Incorporated kepada ABC Radio Perth.
"Aku mengaku saya adalah orang yang gila kerja tapi saya benar-benar ingin berusaha dan menyelamatkan satu spesies binatang saja dalam hidup saya yang singkat.

John Lemon membagi waktunya antara bekerja di kebun binatang Perth dan proyek konservasi di Afrika bagian Selatan.
Supplied: Perth Zoo

Mengapa anjing liar Afrika?

Bagi banyak pengunjung kebun binatang, kandang anjing Afrika bukan merupakan daya tarik utama.
Pola bercak kotor di bulu mereka, telinganya yang besar dan penampilan seperti anjing rumahan pada umumnya jika bukan terlihat eksotik pasti lucu, tapi John Lemon mengatakan kita tidak boleh menilai sesuatu dari kulit luarnya saja.
Jhon Lemon bersama dua rekannya
"Tapi kepedulian, sifat sosial mereka yang benar-benar telah memikat saya.”
"Mereka akan menjaga rekannya yang lemah, yang sedang sakit atau terluka.”
"Saya pernah melihat anjing liar ini hanya memiliki dua kaki karena kakinya terputus akibat jerat di alam liar namun masih mampu bertahan karena kawanan mereka kembali dan memberinya makan. "



Bulu mereka mungkin memiliki pola yang terlihat kotor tapi setiap pola itu unik sebagaimana sidik jari manusia, sementara kuping tegak mereka membantu mereka berkomunikasi.Anjing liar Afrika atau Painted dogs sebagai bagian dari program pengembangbiakan di Kebun Binatang Perth.
"Mereka menggunakannya untuk komunikasi sosial seperti yang kita lakukan dengan tangan kita," kata Lemon.
Mereka juga merupakan spesies yang berbeda.
"Mereka adalah satwa yang tidak diunggulkan, mereka bahkan tidak terkait erat dengan anjing domestik," kata Lemon.
"Mereka memiliki genus mereka sendiri yang terpisah.




Cita-cita sejak kecil

John Lemon dibesarkan di Dubbo, rumah dari Kebun Binatang Taronga Western Plains.
Pada kunjungan pertamanya ia mengatakan ia memutuskan hidup bersama hewan sebagai masa depannya.
"Saya pergi ke kebun binatang itu pada 28 Februari 1977 di kursi depan mobil pacar kakakku untuk menghadiri pembukaan kebun binatang Western Plains Zoo dan saya berkata, 'Saya ingin bekerja di sini satu hari".

"Seluruh hidup saya ditujukan untuk mencapai cita-cita itu - dan saya berhasil mewujudkannya."
Pada tahun 2000 ia adalah pengawas senior untuk karnivora dan primata di Dubbo dan telah cukup sukses mengembang biakan anjing liar Afrika di kebun binatang itu.
"Pada tahun 2000 saya beruntung memenangkan beasiswa untuk melakukan perjalanan ke Afrika, dan saya memutuskan saya harus berbuat lebih banyak.

"Jadi prioritas saya adalah saya berhenti dari pekerjaan saya yang bergaji tinggi, dan mengatakan kepada istri saya: 'saya akan menjual segala sesuatu, apakah kamu bersedia mendukung saya? Saya akan pergi ke Afrika dan membangun pusat rehabilitasi terbesar? dan kamp alam liar bagi anak-anak khusus untuk mendidik mereka mengenai satu spesies dimana saja di dunia '.
"Dan saya melakukannya di Zimbabwe."

Hidup antara Perth dan Afrika

Konservasi Anjing Liar Afrika berbadan hukum milik John Lemon didirikan pada tahun 2003.
Lembaga nirlaba ini sekarang menjalankan dua program di Zimbabwe, tiga di Zambia dan satu di Namibia - dan mereka mulai melihat hasilnya.
"Khususnya di Zimbabwe, di daerah kami bekerja ada sekitar 350 ekor anjing liar ketika kami memulai program ini, sekarang ada sekitar 750-800 ekor," kata Lemon.
"Jadi ada hasil langsung dari pekerjaan kami."


Sebagai bagian dari program ini, pekerja konservasi menghabiskan waktu dengan petani mendidik mereka bahwa anjing-anjing ini bukan ancaman bagi ternak mereka.
Mereka juga berusaha untuk memerangi perburuan dan membujuk masyarakat lokal bahwa melestarikan satwa liar ini dapat meningkatkan pariwisata.




"Apa yang kita harus lakukan adalah menciptakan alternatif dan menunjukkan kepada mereka bahwa satwa liar mereka adalah masa depan, dan bahwa tanpa satwa liar, orang tidak akan datang ke Afrika untuk mengunjungi."
 
John Lemon mengatakan ia berencana mengabdikan sisa hidupnya untuk anjing liar Afrika.
"Anjing-anjing ini telah ada selama 13 juta tahun, naumn mereka mungkin akan punah dalam masa hidup saya yang singkat.”
"Jika saya mampu mencegahnya, maka saya telah mampu melakukan pencapaian yang sangat baik semasa hidup saya dan itulah dunia yang ingin saya warisi.”

Diterjemahkan pukul 09 :00 WIB, 20/3/2017 oleh Iffah Nur Arifah dari artikel Bahasa Inggris disini.

Sumber Artikel :http://m.metrotvnews.com/abc/read/2017/03/20/8368122
 Sumber Foto : http://www.australiaplus.com/cm/rimage/8367896-16x9-medium.jpg?v=2%20460w
https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSNGUuHBSHONmYeGZTd2WRlkPLxoELWLTIio1Q_S4SmkFj4veUT8w
data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBxMTEhUTExMVFhUXFxgZGBgYGBYYFxcYGRgXFxcVGBcYHSggGBom
https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSrI7uatm0BIPs3G31rokWi1y5CDgAqtlgPVIeT_IT_1O3PVCph

Minggu, 16 Juli 2017

Ras Anjing Terlangka Mendiami Papua

Memang betul kaya negeri ini. Beragam flora dan sumber penghidupan tumbuh di tanah ini. Begitupun fauna, ribuan spesies unik mendiami belantara kepulauan kita. Termasuk spesies langka satu ini, ras anjing yang tak kalah unik dengan burung beo dan komodo khas negeri ini.

New Guinea Singing Dog (Canis lupus hallstromi)
Salah satu ras anjing terlangka di dunia. Sesuai dengan namanya yang kalau diterjemahkan berarti Anjing Bernyanyi dari Nugini, keunikan ras ini memang dari kemampuannya mengeluarkan suara lengkingan seperti serigala. Banyak asumsi yang menyimpulkan bahwa nyanyian ini adalah sifat bawaan mereka karena mereka termasuk ras anjing primitif yang kekerabatannya masih dekat dengan serigala dan anjing liar australia (dingo).


Habitat aslinya adalah hutan-hutan di pulau Papua dengan pegunungan di ketinggian diatas 180 meter dan hidup di dataran hutan yang terjal. Habitat ini memungkinkan anjing ini menjadi lincah, lentur dan membuatnya mampu memanjat pohon layaknya seekor kucing.
Anjing ini bukanlah tipe anjing keluarga atau anjing rumahan, sifatnya yang masih primitif membuat anjing ini independen seperti kucing dan sedikit liar. Walaupun mereka dapat dilatih, namun mereka terkadang mengabaikan perintah dari pemilik dan melakukan hal lain yang mereka mau (karena sifat independen mereka), dan harus saya katakan lagi, sifat ini hampir mirip dengan kucing.
Ciri-ciri utama ras ini secara fisik memiliki tinggi rata-rata 43 cm dan berat rata-rata 12 kg. Warna bulu merah keemasan, coklat, hitam, atau belang dengan salah satu dari ketiga warna tadi dengan warna putih di bawah leher, ekor dan kaki bagian bawah.
 
Sayangnya, ras langka ini diperkirakan hanya tinggal 100 ekor yang tersisa di konservasi, dan lebih sedihnya, konservasi tersebut bukanlah di Indonesia, tetapi di Amerika Serikat. Upaya untuk mencari dan menangkap anjing ini di belantara Papua untuk di bawa ke konservasi di Amerika dan dikembangbiakkan disana pernah dilakukan pada tahun 1993-1994, namun usaha ini sia-sia, mereka tidak menemukan spesies ini di Papua.

Mudah-mudahan ras ini masih tetap eksis di dunia dan darisini kita bisa belajar untuk menjaga agar jangan ada lagi mahluk Tuhan yang punah di negeri ini dan dunia.



Sumber Artikel : http://www.kompasiana.com/abetobing/ras-anjing-terlangka-ada-di-indonesia_54ff9c1fa33311194d510859
Sumber Foto :https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQMAYbrMLHgGtfAywRImkU43UabuB_V-VbGBdxyWc0dvUNx0Hvd
data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBxMTEhUTExMVFhUXFxUXFxUVGBUVGhcYFhcWFxUXFxYYHSggGBolHRUV
Sumber Video : https://youtu.be/mwxV1wbBrfU

Rabu, 12 Juli 2017

Dari Mata Ke Mata : Nasib Anjing Bali.



Video diatas saya temukan di Instagram denpasarnow,
video ini terjadi di daerah petak kaja Gianyar yang direkam oleh : @_dkow
Banyak pengguna Instagram berkomentar Pro dan Kontra
ada yang beranggapan bahwa anjing itu akan dibawa ke sawah, dan ada juga yang menyebutkan bawah anjing itu akan dijadikan "RW".

Akun Instagram Penyelamat Anjing barc4balidogs berkomentar :
"We need to know who the original video came from. Please someone message us!!"
kejadian ini merupakan salah satu gencatan terhadap kita sebagai generasi muda.

Jika kita lihat di video tersebut, ada empat ekor anjing yang sedang "dikarungi" di sepeda motor
yang dikendarai oleh bapak bapak.
didetik 4-6, terdapat anjing yang sedang mengenjar bapak tersebut
Menurut kalian anjingnya mau dibawa kemana?
Semoga anjing bali selalu ajeg.

Ayo lakukan konservasi terhadap anjing, harus berapa anjing yang dijadikan makanan agar kalian bergerak? tunjukan bawa kalian adalah generasi emas bangsa Indonesia ini
#SaveKulukBali